Arif Widianto

2016

2016 adalah tahun yang penuh warna bagi keluargaku, dan khususnya bagiku. Berikut rangkumannya.

Nonton Gerhana Matahari Total di Palembang

Sudah lama kami punya mimpi melakukan perjalanan lintas Sumatera via darat. Nyetir mobil. Dari Lampung hingga Aceh. Kalau bisa menyeberang juga ke Pulau Weh. Maret lalu mimpi tersebut bisa kami wujudkan. Meski hanya sampai Palembang. Akhirnya bisa menikmati Gerhana Matahari Total yang kemunculan terbaik katanya hanya di beberapa kota besar Indonesia, termasuk di Palembang. Cerita selengkapnya akan saya tulis nanti deh.

Penutupan Digdaya

Keputusan menutup usaha yang belum berhasil, secara emosional memang berat. Tapi keputusan harus dijalani. Saya gembira kami berdua pendirinya bisa sepakat dalam keputusan penutupan ini hingga tuntas.

Agustusan di Jakarta

Melihat upacara kemerdekaan RI langsung di depan istana. Nonton pameran lukisan langka koleksi istana kepresidenan RI. Senanglah pas ke Jakarta ada kegiatan-kegiatan menarik.

6 Tahun Bolasalju

Setelah 3 tahun anonim, lalu 2 tahun pasif, per September 2016 lalu Bolasalju mulai aktif lagi. Saya masih punya banyak mimpi. Semoga beberapa yang sudah dimulai akhir tahun ini bisa berwujud menjadi sesuatu yang baik.

50 buku Setahun

Sejak 2013 saya ingin membaca lebih banyak. Pada 2014, proses ini sedang dimulai, namun tak banyak. Pada 2015 saya sukses baca 32 buku dari target 25 buku. Pada 2016, sukses 52 buku dari target 48 buku.

1.216,1 km

Itulah jarak yang telah ditempuh kakiku selama 2016. Pengalaman yang mengesankan. 10K pertama di Sritex Run, Sukoharjo, April lalu. Marathon pertama di Borobudur Marathon, Magelang, November lalu.

Ruby on Rails

Tuntas juga bisa menamatkan tutorial membuat program web dengan Rails. Terima kasih buat Michael Hartl yang sudah membimbing saya lewat situs online, Railstutorial.org. Metodologi pengembangan aplikasi web dengan fokus pada pengembangan dikendalikan tes (test driven development) membutuhkan perspektif baru dan disiplin, dengan tujuan akhir kode program kita lebih teratur, tertib, dan terdokumentasi sehingga bisa memudahkan pengembang di kemudian hari.

Akuisisi yang Gagal

Menjelang pertengahan tahun ada sebuah grup usaha besar mengontak untuk penjajagan akuisisi dan harapan merekrut saya ke dalam tim mereka. Perkenalan lancar. Saya kira visi misi kami cocok. Saya menduga semua akan lancar. Tapi, akhirnya gagal. Mungkin penawaran kami terlalu mahal. Mungkin saya kurang eksplisit menjelaskan batasan-batasan dalam penawaran itu, yang tidak sebesar angkanya karena ekspektasi ditawar. Mungkin kelas saya masih belum cocok untuk bergabung dengan tim besar mereka. Mungkin juga mereka berubah pikiran, atau juga hal lain. Banyak kemungkinan. Proses ini memberi pengalaman berharga untuk terus belajar dalam bisnis.

Selamat Datang 2017

2017 saya kira akan menjadi tahun yang keras. Memulai semuanya lagi di usia menjelang 40 tahun tentu hadir dengan perspektif yang berbeda, dibanding ketika saya baru 23 tahun, atau 28 tahun, atau ketika 31 tahun. Cara pandang terhadap peluang, kalkulasi, pola pikir dan strategi, semuanya tentu berbeda.

Perjalanan hidup itu yang penting jalani saja. Katanya begitu. Meski tak lupa harus membuat rencana dan persiapan yang matang, tapi kita harus siap terhadap kegagalan, atau pun kesuksesan. Prosesnya penting. Seperti menjalani kilometer demi kilometer jarak marathon.

Saya akan terus jogging, atau lari, demi kesehatan. Lari itu enak kok, badan terasa ringan dan segar. Saya ingin melatih istri, ceileh, agar kami siap seandainya bisa ikut race bareng. Kan asyik ya. Saya akan mengurangi jarak dan ingin fokus meningkatkan kecepatan. Boros juga bro kalau kebanyakan jarak harus beli sepatu mulu. Saya tidak akan ikut marathon pada 2017, entah 2018 atau setelahnya. Race pendek 10K bila dekat boleh juga. Semoga selalu diberi kesehatan.

Terima kasih istriku, anak-anakku, yang selalu mendukung ayah kalian. Ada begitu banyak catatan lain yang tidak saya ceritakan di sini tapi menjadi bermakna karena kita telah melewatinya bersama. Menjalani perjalanan dan petulangan dengan kalian akan sangat berbeda. Terima kasih Bapak, Ibu, Bapak Mertua, Ibu Mertua, maafkan anakmu ini yang selalu terasa banyak merepotkan.

Terima kasih buat saudara dan kawan yang telah berkenan mengunjungi rumah kami di 2016.

Selamat tahun baru 2017.