Arif Widianto

Fokus Nilai

Kali ini mari kita diskusi dengan beberapa teori psikologi perilaku terkenal.

FAVORITISME. Misal, manusia cenderung menyukai mereka yang memberi mereka. Seorang akan menjadi favorit bila ia banyak memberi, terlepas dari apa yang diberikan itu sebenarnya bahaya atau tidak.

TEORI PROSPEK Kahneman. Sama-sama untung 11%, tapi secara statistik banyak orang lebih memilih peluang untung 0%-11% dibanding peluang 50%-61%, apalagi yang sifatnya lebih pasti 89%-100%.

REWARD POPULARITAS. Penghargaan cenderung lebih banyak diberikan kepada seseorang yang heroik, pemadam kebakaran di suatu tragedi Menara Kembar 9/11 daripada pencetus undang-undang keamanan untuk mencegah kejadian serupa dengan korban lebih banyak terjadi. Siapa yang ingat pembuat alat pencegah bencana? Padahal yang terakhir bisa menyelamatkan jauh lebih banyak orang.

Beberapa teori psikologi perilaku itu menunjukkan berbagai sifat dan kelemahan manusia.

Banyak orang salah fokus ke tiga hal di atas: mencari favoritisme, melupakan utilitas yang bersifat lebih pasti lewat keuntungan recehan padahal tidak pasti, dan lebih melihat popularitas. Buat apa seseorang mengaku menganjurkan kebenaran padahal pandangannya justru menjerumuskan orang untuk salah. Yang lebih parah, ada yang berusaha meniru dan berpura-pura ia ahli kebeneran, padahal dia hanya mengaku pikiran orang lain tanpa paham apa yang disarankannya. Yang sering dilupakan mereka adalah nilai sebenarnya. Apa nilai itu? Kejujuran, integritas, dan etika. Ada yang bilang materialisme terbatas. Tapi nilai tepermanai.

Pilihan hidup adalah jalan mencari makna. Bagi value investor, mencari nilai.