Arif Widianto

Laptop Tukul

Di dunia ini yang namanya laptop sudah dikenal lama.

Tapi kalangan DPR, DPRD, dan pejabat pemerintahan lainnya sepertinya baru tahu ada barang menarik bernama laptop, mungkin karena sosok presenter lucu bernama Tukul Arwana.

Hebohlah media kita dengan ulah bodoh pejabat publik itu. Mereka ramai-ramai meminta anggaran untuk pengadaan laptop. Alasannya, untuk peningkatan kinerja.

Kalau alasannya peningkatan kinerja, apa iya perlu laptop?

Pertama, alasan melek teknologi. Apa benar semua pejabat itu ngerti tata cara menggunakan barang mungil yang canggih ini. Jangan-jangan mereka memahami laptop berguna untuk mendapatkan tamu-tamu cantik seperti dalam acara Tukul itu?

Kedua, alasan peningkatan kinerja. Apa benar faktor adanya laptop dapat mendorong mereka bekerja. Wah, ngawur tenan alasan ini. Bila dalam sidang DPR semua anggota membawa laptop, berapa listrik diboroskan? Bagaimana membayangkan sidang bisa lancar kalau semua memoloti layarnya masing-masing. Dan, untuk alasan apa lagi kinerja itu meningkat? Mobilitas? Bisa menulis laporan di sembarang tempat? Ah masak iya harus laptop.

Ketiga dan ini terakhir, apa benar mereka tidak mampu beli laptop? Maksa banget gitu lo harus dari dana dari pajak. Harga laptop saat ini sudah jauh lebih murah dari beberapa tahun lalu, tapi kenapa yang diminta para anggota DPR itu yang harganya di atas 15 jutaan? Untuk peningkatan kinerja, bisa ketik-ketik di mana-mana, cukuplah laptop baru seharga 5 jutaan, bukan?

Atau, entah apa para yang mulia anggota Dewan tersebut tahu apa tidak, kalau alasan pengadaan laptop gara-gara Tukul, padahal tiap hari laptop Tukul kan buat baca pertanyaan ke tamunya, wadow ini tandanya para anggota Dewan menunjukkan sendiri ketidakmengertiannya tentang laptop.

Jadi, peningkatan kinerja tersebut maksudnya agar dalam rapat tidak bengong saja, makanya harus ada seseorang di tempat lain yang mengetikkan sesuatu di layar buat diomongin, seperti Tukul itu?

Hehhehehe naujubillah deh para pejabat kita. Makin lama makin bodoh!

Kalau alasan peningkatan kinerja, wajibkan saja tiap wakil rakyat punya blog! Biar kita bisa pantau tiap hari apa yang ada di pikiran mereka. Biaya, gratis! Di wordpress.com atau blogger.com aja!