Arif Widianto

Rekaman dari Vegas

Menyambung tulisan sebelumnya tentang keikutsertaan saya dalam 2007 TopCoder Open, berikut adalah catatan perjalanan saya dari Jakarta menuju Vegas dan sebaliknya. Tulisan baru dimuat sekarang setelah mencari serpihan-serpihan data yang tercerai-berai di mana-mana. Juga karena baru saat ini ada waktu untuk memuatnya.

Ada beberapa hal menarik, selain sedikit foto yang sempat saya rekam. Ketika ransit di Bangkok untuk menuju Tokyo, tiket saya ternyata ditolak oleh maskapai Northwest, katanya mereka punya masalah dengan Garuda Indonesia. Lalu kejadian ketika masuk imigrasi dan harus register di Special Registration Office.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, GMT +7

25 Juni 2007 17:30 – Pamit dengan keluarga, berat harus berpisah dengan si kecil yang lucu.

25 Juni 2007 22:00 – Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bangkok. Ketemu dengan Pak Arswendo. Orangnya ternyata sungguh gondrong beneran, baik rambut dan jenggotnya, hehehe. Orangnya bener-bener cool.

Bangkok, GMT +7

26 Juni 2007 01:30 – Sampai di Bangkok. Jam berangkat pesat ke Tokyo adalah pukul 06:00. Masih ada waktu sekitar 3,5 jam. Beli minum dan bersih-bersih badan.

 

26 Juni 2007 03:00 – Check in di konter Northwest dan mengetahui masalah, tiket terusan reservasi dari Garuda Indonesia tidak diterima. Saya harus beli tiket baru kalau ingin terbang dengan meraka. Alasannya tidak masuk akal, katanya sejak 4 Mei mereka mempunyai broken agreement dengan Garuda, padahal tiket saya direservasi pada 25 Mei.

Yang salah siapa? Agen travel yang disewa TopCoder, Globe Travel? Ataukah Garuda? Atau Nortwest? Setelah dipingpong dari konter Garuda ke Nortwest dan sebaliknya, tapi juga belum mendapatkan jawaban jelas. Saya telepon agen travel dan menjelaskan masalah saya.

Satu jam. Dua jam, tiket konter telah tutup. Saya sudah bepikir pasrah, tiket ke Jakarta 200 dolar. Kartu kredit masih cukup. Ya sudah, kalau tidak bisa berangkat, saya siap balik ke Jakarta.

Beberapa menit kemudian, ketika saya iseng menghibur diri melihat megahnya Bandar Suvarnabhumi, staf agen travel tersebut nelpon lagi, katanya tiket saya memang tidak bisa dipakai lagi, dia memberi solusi akan membelikan tiket baru dengan maskapai lain. Saya menyetujui. Saya lalu salat Subuh di musola bandara. Selesai salat dan bersantai di musola, sekitar pukul 6:10 handphone saya berdering. Staf agen travel mengabarkan dia sudah memesan tiket pengganti saya dengan United Airlines. Katanya saya harus cepat-cepat karena sepuluh menit lagi konter sudah tutup.

 

26 Juni 2007 07:00 – Setelah berlari-lari, masuk imigrasi via konter diplomat, dan dikawal dari pintu ke pintu oleh petugas United di Bangkok, akhirnya saya masuk pesawat 5 menit sebelum pesawat take off. Menegangkan.

Tokyo, GMT +9

26 Juni 2007 15:00 – Sampai di bandara Narita, Tokyo.

26 Juni 2007 16:55 – Terbang lagi menuju Los Angeles.

 

Los Angeles, GMT -8

26 Juni 2007 10:30 – Sampai di Los Angeles. Antrian yang lama di imigrasi. Kemudian masuk kantor imigrasi untuk special registration. Saya diberi pertanyaan lanjutan mengenai kunjungan ke Amerika dan juga saya diwajibkan mendaftar kembali di bandara ini ketika kembali. Mendengar hal ini, saya ingat, karena seluruh tiket saya sebelum tidak berlaku, maka saya belum tahu tiket balik nanti dari bandara mana. Mudah-mudahan saja orang travelnya mengerti, nanti bisa saya urus dengan pihak TopCoder dan agen travelnya.

 

26 Juni 2007 12:30 – Karena lama di imigrasi dan sikap tidak suka menolong petugas bandara (inikah etika Barat?), saya hampir tertinggal pesawat menuju Las Vegas. Saya baru menyadari bahwa nomor-nomor besar di setiap tiang itu adalah nomor gate. Dari gate 6, saya berjalan cuma 10 menit ke gate 7. Padahal, ketika tanya ke Petugas, ia cuma bilang, “Untuk ke Gate 7, Anda bisa memakai bus nomor A seperti Apple, atau berjalan kaki ke ujung sana (sambil menunjuk seperti tempat itu jauh sekali, lalu lihat di sebelah kanan.” Padahal, ia bisa saja bilang, oh jalan saja dekat kok. Lihat angka di tiang itu, angka 7 adalah Gate 7. Inilah efek desain informasi yang tidak usable. Sama, lima menit setelah saya masuk, pesawat berangkat.

Las Vegas, GMT -8

26 Juni 2007 13:50 – Sampai di Vegas. Benar-benar kota judi. Bayangkan, di pintu keluar bandara dan konter bagasi saja sudah disambut dengan mesin jackpot.

 

26 Juni 2007 17:00 – Check in di The Mirage. Masuk kamar, mandi. Dan tidur-tiduran sebentar.

26 Juni 2007 19:00 – TopCoder Open Welcome Reception. Akhirnya tahu tugas Studio untuk esok harinya, dan juga kenalan dengan kompetitor Studio lainnya.

 

 

27 Juni 2007 08:00 – Sarapan dan melihat-lihat lomba Algo. Lalu jalan-jalan lihat suasana Vegas.

 

 

28 Juni 2007 07:30 – Sarapan dan siap-siap di arena lomba.

28 Juni 2007 08:30 – Berloma di onsite Studio Design Competition.

 

28 Juni 2007 18:00 – Lomba selesai. Masuk kamar, mandi, dan tidur sebentar.

28 Juni 2007 20:00 – Makan malam di Pinot Brasserie di The Venetian (atas traktiran sponsor AOL). Lalu nonton The Blue Man Show. Atraksi seni kontemporer yang kaya teknologi. Memadukan skrip yang cerdas, humor yang trengginas, dan rekayasa teknologi dalam bentuk tata lampu, alih suara yang dahsyat, dan juga interaktifitas dengan penonton. Pengalaman berharga, mengingat harga tiketnya juga mahal. Pengalaman mahalnya tiket pertunjukan Ketoprak Humor dan Teater di GKJ jadi tidak terasa. Tidak ada foto dalam pertunjukan, katanya kalau motret kita akan ditarik paksa oleh manajer pertunjukan atau dilontarkan dari kursi.

29 Juni 2007 12:00 – Di arena, nonton filal Algo yang seru dan juga pengumuman. Sempatin pula bergaya bareng cowok kompetitor Studio. Tak ketinggalan, dengan Jessica Williams, bos Studio TopCoder.

 

29 Juni 2007 15:10 – Saya tahu saya mendapat urutan dua dari voting.

29 Juni 2007 17:00 – Pesta perpisahan di Kahunavilla, Treasure Island. Sayang tidak ada makanan, padahal perut ini sangat lapar.

29 Juni 2007 21:00 – Pergi ke McD di depan The Mirage, makan BigMac + Meal. Lumayan kenyang!

30 Juni 2007 09:00 – Saya dijadwalkan balik besok pagi, tapi ada kendala di imigrasi. Saya telpon ke Barbara Healy, panitia di TopCoder yang bertugas mengurus tiket. Ternyata saya mendapat tiket balik via San Fransisco. Saya jelaskan bahwa menurut aturan di Special Registration di imigrasi, katanya saya harus balik via Port ketika saya masuk Amerika, yaitu Los Angeles. Mungkin dia bisa tanya-tanya ke orang yang lebih ahli atau attorney imigrasi lah.

30 Juni 2007 12:00 – Saya dapat jawaban, saya memang harus balik via Los Angeles. Barbara mengusahakan untuk mencari tiket penggantinya.

30 Juni 2007 13:30 – Tiket didapat, tetapi saya harus balik pada tanggal 2 karena tiket untuk tanggal 1 harganya selangit. Ya sudah, kebetulan, ada sisa 2 hari untuk melihat-lihat Vegas.

30 Juni 2007 17:00 – Naik cab pertama kali. Saya harus bayar 13 dolar, lumayan lah. Cari barang menarik pesenan mamanya untuk si kecil.

30 Juni 2007 17:00 – Nyari taksi balik ternyata susah. Saya tidak bisa nyegat di pinggir jalan. Untung ada sopir taksi yang sedang melepas penat nyari makan di lokasi itu. Malamnya jalan-jalan melihat Vegas.

 

 

30 Juni 2007 19:00 – Kembali ke hotel dengan selamat.

1 Juli 2007 11:00 – Saya bersama Nanda jalan-jalan ke toko buku Borders di pinggiran Vegas. Kali ini pingin jalan kaki, dan ampun, jauhnya. Kira-kira jalan sekitar 3 mil di tengah udara musim panas yang menyengat, sekitar 45 derajat celcius. Menyesal di akhir tidak ada gunanya kan? Akhirnya kita naik bus karena masih satu ruas jalan lagi. Saya baru tahu, mencari bus sungguh melelahkan. Kita harus menunggu lebih dari 30 menit, dan tidak ada jadwal kapan bus berikut akan datang.

 

1 Juli 2007 14:00 – Balik ke hotel berpeluh dan berdaki. Capek. Lapar.

1 Juli 2007 18:00 – Makan burger lagi di Burger King. Paling murah kan burger, hehehe. Lalu jalan-jalan untuk cari oleh-oleh.

1 Juli 2007 21:00 – Setelah dapat kaos Vegas 8 buah untuk keluarga (maklum bujet sudah menipis, apalagi sempat hilang 100 dolar ketika di Bangkok), akhirnya ada waktu menikmati Vegas di malam terakhir.

1 Juli 2007 22:00 – Nonton indahnya Bellagio Fountain untuk terakhir kalinya.

2 Juli 2007 02:00 – Setelah ngepak, tidur.

2 Juli 2007 05:00 – Bangun. Thanks to the helpful operator. Langsung bergegas ke konter untuk mencari info tumpangan balik ke bandara.

2 Juli 2007 07:00 – Setelah berhasil meyakinkan pihak Carey Internation dan Executive Star untuk tumpangan balik, mengingat jadwal saya yang diubah 2 hari tetapi tidak dikabarkan ke pihak mobil, akhirnya saya diijinkan numpang mobil mereka ke Bandara. Syukur, tidak harus mengeluarkan tambahan kocek 25 dolar untuk taksi.

2 Juli 2007 08:00 – Terbang dari Vegas. Bye bye the City of Entertainment.

Los Angeles, GMT -8

2 Juli 2007 09:09 – Sampai di Los Angeles. Setelah tanya beberapa petugas, akhirnya menemukan Tom Bradley International Arrivals. Setelah melaporkan kepulangan saya pada hari itu pada Special Registration Office. Lalu saya balik lagi ke Gate 7. Sempat ambil foto-foto sambil menunggu antrian pemeriksaan di gate.

2 Juli 2007 12:34 – Terbang dari Los Angeles Menuju Tokyo.

 

Tokyo, GMT +9

3 Juli 2007 15:55 – Sampai di Tokyo. Agak merasa aneh karena setelah menempuh perjalanan 10 jam, kok waktu masih jam tiga sore. Apakah ini jetlag?

3 Juli 2007 18:30 – Terbang dari Tokyo menuju Bangkok.

Bangkok, GMT +7

3 Juli 2007 23:10 – Sampai di Bangkok. Setelah keluar imigrasi dan mencari bagasi, istirahat dan besih-bersih badan lalu salat di mushala bandara. Ambil foto bandara Suvarnabhumi yang megah dan indah. Maklum, pada keberangkatan sebelumnya, baterai kamera habis, baterai cadangan juga tuntas. Sempat cari-cari toko tapi sudah tutup semua.

 

4 Juli 2007 00:30 – Masuk imigrasi dan check in di konter Garuda.

4 Juli 2007 02:30 – Ngomel-ngomel, penerbangan ditunda 30 menit. Ah, saya merasakan kembali suasana Indonesia rupanya. Padahal sudah pingin segera tiba di rumah.

4 Juli 2007 03:00 – Mnggerutu lagi, penerbangan ditunda lagi sekitar 30 menit. Penumpang bisa masuk 15 menit lagi katanya. Ah, benar-benar Indonesia.

4 Juli 2007 03:30 – Pesawat akhirnya terbang dari Bangkok menuju Jakarta. I’m coming home!

Jakarta, GMT +7

4 Juli 2007 07:00 – Sampai di Jakarta. Benar-benar jetlag. Badan capek, tapi rasanya belum waktunya tidur. Ngantuk banget sih. Hingga sore hari benar-benar tak bisa tidur. Hidung mimisan pula.

5 Juli 2007 – Setelah tidur pulas dari Maghrib hingga Subuh. Badan saya kembali ke kondisi semula. Hidung masih kurang bener, tapi besoknya sudah sehat kembali.

15 Juli 2007 – Terima kasih telah membaca hingga baris ini. Semoga cerita ini berguna buat yang lain, terutama bagi yang ingin bepergian atau merencanakan pergi ke Amerika dan kota lainnya.

Catatan

Dari kejadian-kejadian di atas, berikut catatan kecil yang mudah-mudahan bisa berguna bagi siapa saja yang mempersiapkan perjalanan jauh khususnya ke Amerika Serikat di tengah panasnya isu keamanan yang makin mengetatkan penjagaan di imigrasi dan perjalanan Anda.

  • Anda bisa membawa barang bawaan gel berukuran kurang dari 100ml seperti pasta gigi, busa pembersih muka, salep, atau obat-obatan, asalkan dibungkus dengan plastik klip (seperti dari apotik itu lo) transparan dan jelas.
  • Bawa uang cukup, untuk jaga-jaga kalau ada kejadian kritis yang membutuhkan cash. Jumlah paling aman saya rasa minimal 150 dolar (kalau perjalanan dibayar oleh pihak lain), dan simpan di tempat aman. Kalau perjalanan Anda atas biaya sendiri, mungkin jumlah ini bisa ditambah lebih banyak.
  • Recharge kartu kredit Anda, hal ini berguna kalau kita membutuhkannya untuk keadaan darurat, misalnya untuk menelepon darurat di public phone (taripnya jauh lebih murah dibanding via ponsel). Atau membeli makanan di konter-konter resmi yang menerima kartu kredit.
  • Sebelum tiba di lokasi tujuan, pelajari sistem keimigrasian. Terutama bila Anda akan masuk ke negara-negara yang makin memperketat sistem keamanannya, seperti Amerika Serikat dan Inggris.
  • Bila ingin jalan-jalan dan belanja, pelajari dulu sistem transportasi di daerah tujuan. Hal ini bisa menghemat beberapa puluh dolar, misalnya untuk naik bus daripada naik taksi.
  • Jawab dan utarakan dengan jujur dan jelas setiap berada di imigrasi. Tanyakan setiap kondisi atau aturan yang berlaku, agar perjalanan Anda juga mudah.

Foto-foto selengkapnya, silakan lihat di halaman flickr saya. Foto diambil dengan kamera kompak Canon Powershot A530 dan bantuan timer 10 detik.

Terima kasih untuk kawan-kawan yang mengirim email baik sebelum berangkat atau sebelum berangkat. Serta terima kasih selalu buat anak-anak Moklet Ngalam, bravo Wikusama selalu!

Catatan: Tiga foto di atas adalah copyright TopCoder, diambil tanpa ijin dari situs mereka (karena faktor linking yang tak mungkin). Foto lain adalah hasil karya saya sendiri.