film-the-commuter

Akhirnya saya nonton film biasa 😆

Daya tarik pertama, Liam Neeson. Kedua, Vera Varmiga.

Neeson kali ini berperan menjadi Michael MacCauley (Mike), seorang eks penjual asuransi yang baru saja diberhentikan dari kantornya.

Film ini mengangkat kisah familiar pelanggan kereta api yang sudah umum di negera maju. Tiap hari Mike menumpang kereta dari rumah ke kantornya. Sudah 10 tahunan ia malakukannya. Ia hampir hafal seluruh penumpang-penumpang di kereta. Dari masinis, penumpang menyebalkan, pencopet dan pencoleng, hingga kawan-kawan “karib” yang bisa dipinjami telepon saat ponselnya hilang.

Di hari ia terpuruk setelah dipecat, dia dalam perjalanannya seperti biasa. Namun kali ini berbeda. Tiba-tiba ada seorang wanita yang rasanya tidak pernah naik kereta (Vera Varmiga), dia memberi sebuah penawaran dengan jumlah yang menarik. Plus jumlah yang lebih banyak lagi.

Sayangnya tawaran itu mengundangnya ke beberapa hal yang fatal.

Bagi yang sudah familiar dengan peran Neeson dalam film aksi brutal seperti Taken, mungkin Anda berharap ia akan melakukan hal-hal seperti itu.

Yak, ia melakukannya lagi di sini. Senang dong! 👻

Maklumlah di film ini si Mike adalah eks-polisi. Jadilah film ini cukup seru. Juga berdarah-darah. Penonton Taken atau John Wick pasti familiar dengan aksi keras seperti itu, meski levelnya masih lebih sopan dibanding The Raid atau John Wick.

Uniknya seluruh cerita film terjadi dalam gerbong kereta. Mereka yang menyukai genre seperti “Phone Booth” (Collin Farell), “Panic Room”, dan “Flightplan” (keduanya diperankan Jodie Foster), pasti akan sangat familiar dengan genre ini.

Film ini bisa menjadi kisah kisah kriminal yang menegangkan. Sebuah kisah yang cukup lumayan untuk melarikan pikiran dari penat kerja seperti yang dilakukan para commuter setiap harinya.

Baca entrinya Wikipedia.