Arif Widianto

Setelah dari Vegas

Saya tidak pernah bermimpi bisa ke Las Vegas.

Musykil Mustahil sekali, selain mahal untuk pergi ke sana, saya toh juga tidak berjudi. Lebih enak mimpi pergi ke Eropa, saya ingin sekali mengetahui eloknya Paris atau Venesia.

Maka ketika pada Januari 2007, TopCoder mengumumkan turnamen 2007 TopCoder Open akan diselenggarakan di Vegas, saya cuma menggumam kecil. Wow, menarik. Tapi apakah saya ada harapan, itu pertanyaan berikutnya.

Akhirnya, turnamen yang diselenggarakan selama dua bulan secara online itu pun berakhir pada April 2007. Dari delapan besar yang ada, ada tiga nama asal Indonesia. Nomor urut pertama adalah maxsense, Tricia_Tjia, dan saya.

Saya masuk kategori delapan besar untuk lomba Studio Design Competition. Lomba yang saya ikuti ini adalah kategori baru dari turnamen tahunan yang diadakan TopCoder ini. Kategori baru ini untuk menampung lomba-lomba yang mengangkat unsur kreatifitas, seperti desain, ide, dan bentuk pekerjaan abstrak lainnya.

Setelah diseleksi dari kelengkapan dokumen, Visa, dan lain-lainnya, akhirnya hanya dua orang yang berangkat dari Indonesia untuk kategori Studio ini. Satu kontestan Indonesia lainnya adalah Nanda Firdausi untuk kategori Development.

Lomba Studio onsite itu cukup menarik. Kita diberi tugas mendesain website Studio dalam waktu delapan jam. Masing-masing 2,5 jam untuk desain awal, kemudian 30 menit diskusi dengan panel untuk mendapatkan masukan dan saran, dan dilanjutkan 5 jam untuk finalisasi. Cukup berat dan menantang. Pemenang ditentukan melalui voting anggota TopCoder.

Hasil akhirnya secara berurutan: yiming, saya, dan Tricia. Hasil lengkap bisa dilihat di halaman ini atau dari foto ini. Meski sejak awal saya mengkritik kebijakan penentuan pemenang lomba kreatifitas melalui voting, tapi inilah hasilnya.

Sebagai catatan, dalam wawancara via email dan beberapa kritik di forum, penentuan pemenang melalui voting selalui menuai kontroversi karena hasilnya trivial. Pada suatu saat, misalnya lomba logo, hasil dari voting memang benar-benar sesuai harapan. Tetapi pada lomba desain, kadang-kadang hasil akhir sangat tidak memuaskan baik bagi desainer dan juga anggota lainnya. Saya percaya Studio yang masih dalam tahun awal ini pasti akan memperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

Mudah-mudahan ada kesempatan lagi di tahun depan. Barangkali dengan semakin banyak teman-teman Indonesia yang tahu mungkin akan menambah peserta dari Indonesia. Indonesia punya potensi karena banyak desainer berbakat yang mungkin tidak mengetahui kompetisi ini. Saya berharap akan banyak yang mendaftar, pasti kompetisi akan lebih seru.

Pertanyaan bagi diri saya pribadi adalah, setelah dari Vegas apa? Well, bagi desainer dengan ideologi yang kuat (dan kaku hehehe, sudah jadi syle), khususnya layout yang sederhana dan fokus ke usability dan accesibility, mungkin sangat susah untuk menarik perhatian voters agar desain saya sukses. Karena ini memang berlawanan (meski juga tidak selalu, saya tahu itu). Saya menyukai desain, dan saya juga menyukai web development khususnya web standard dan juga pengembangan aplikasi lainnya. Mungkin, setelah dari Vegas adalah saat yang tepat untuk memulai.

Catatan lain akan menyusul. Foto juga akan menyusul.